Kamis, 09 Januari 2020
Sebuah Self-insecurity
Di malam itu otakku sedang berpikir secara sehat...
Berawal dari sikap insecure ku yang menyebabkan pikiran2 lainnya yang membuatku sedih..
Lalu aku berpikir bukankah diriku sendiri yang menyebabkan kesedihan ini ?
Apa yang aku sedihkan? Mengapa aku harus bersedih?
Bukankah kehidupanku baik2 saja? Aku masih bisa tertawa dan bercanda bersama yang lain
Lalu apa yang membuatku gundah? Rasa kecewa?
Yah, semua itu berasal dari kekecewaan
Rasa kecewa yang dibuat oleh diri sendiri
Rasa kecewa yang disebabkan oleh harapan2 bodohku
Rasa kecewa yang ditimbulkan oleh terbawa perasaan
Berharap seperti ini itu ini itu
Tapi ketika kenyaataan kan tak selalu dengan harapanmu
Bahkan jarang sekali sesuai dengan harapanmu
Bukankah itu menyedihkan ketika semua berjalan tidak sejalan dengan apa yang kau inginkan?
Malah terkadang berbanding terbalik dengan keadaan ideal yang kau harapkan
Lalu kita hendak menyalahkan siapa?
Menyalahkan dia yang ada di dalam harapanmu?
Bisa? Bolehkah?
Tentu bisa dan boleh
Tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah Etis? Apakah itu baik?
Dan tentu saja jawabannya tidak
Menyalahkan orang yang tidak tahu apa-apa adalah hal bodoh
Bagaimana bisa orang yang clueless mendadak jadi penyebab kekecewaanmu
Dan diriku sadar
yang bersalah itu ya diri kita sendiri
yang berani beraninya menyangkutkan orang lain dalam harapan
Lalu apa yang harus dilakukan?
Belajarlah mengontrol diri :)
Dear Rinda,
kamu pasti bisa mengontrol pikiranmu
kamu pasti bisa mengontrol hatimu
kamu pasti bisa mengontrol interaksimu
Jan sampe baper lagi ya :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar